Showing posts with label tokoh lautan impian. Show all posts
Showing posts with label tokoh lautan impian. Show all posts

Sunday, November 08, 2009

Kakek (1) tercinta

Kakek (1) tercinta

Kakek dari Bapak.. alm adalah seorang petani.. disegani oleh para anak buahnya yang mengerjakan sawah-sawahnya.. dan jiwa ini ada padaku yang menimba ilmu Agronomi kala S1 Sarjana Pertanian (Bachelor (by honours) of Agriculture) di Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University).

Bersama nenek amat rajin dan senang hati nengokin anak-cucu-buyut alhamdulillahnya kami di sekitar Cirebon-Jakarta-Tangerang-Bandung aja sebarannya..

Nenek dari Bapak masih ada di rumah keluarga besar di Palimanan-Cirebon, I wish she is there when I come back home in 2010 insyaAlloh ya Alloh aamiin..

Mohamad Yamin-ayahanda tercinta

Friday, 16 February 2007


Mohamad Yamin-ayahanda tercinta

Kuamati masa-masa kini seiring kemajuan jaman, banyak orang tua yg mengatakan 'kami menyerahkan kebebasan pada anak-anak kami untuk menentukan jalan hidup mereka'. Hal ini tak berlaku untukku. Ayahku pengamat yang baik kemampuan dan minat kami anak-anaknya. Di mata ayahku ketika aku masih bocah, aku adalah 'peneliti'. Aku adalah bocah yg betah berlama-lama 'bermain' di halaman rumah, apa saja kuamati, apa saja kucatat, termasuk hewan, pokoknya apa saja yang ada di halaman rumah kami yang dulu hijau penuh beraneka tanaman yg ditanam, ditata dan dirawat ayahku. Behaviour ayam kate piaraan ayahku pun tak luput dari pengamatan 'usilku' hingga ayahku ikut2an memanggil nama bikinanku 'Yuyi'. Yuyi adalah sebuah kata yang ada di kunci gembok pagar rumah kami karena aku petugas penutup pagar rumah saat hari mulai gelap (a.k.a merk kunci gembok). Halaman rumah kami adalah syurga ilmu utk kami. Buku-buku perpustakaan sekolah yg kupinjam saat SMP jarang sekali novel, tapi buku-buku ilmu pengetahuan. Ayahku juga mengenalku sbg 'kutu buku' benar-benar kutu, sampe sobekan koran bungkusan belanjaan ibuku pun aku baca habis. Mungkin karena sebab inilah meski gaji tak berlebih ayah selalu membelikan kami majalah Ananda dan Bobo tiap terbit. Karena kakakku pun suka membaca.

Lulus SMP, aku bercita-cita melanjutkan sekolah di STM Penerbangan Bandung. Di otak bocahku aku ingin bisa merancang pesawat terbang.. seperti Pak Habibie. Ayahku pun tahu pikiran bocahku hingga meski ia telah mengantarkanku sampai di meja pendaftaran STM Penerbangan Bandung, dan mendapatkan informasi bahwa jurusan 'body pesawat' tak menerima perempuan serta perempuan hanya diberikan 1 pilihan yaitu 'Elektronik' dan aku 'nyaris' terpaksa mendaftar, akhirnya ayahku menarikku keluar dan bicara "lebih baik melanjutkan ke SMA, setelah lulus kamu bisa melanjutkan ke perguruan tinggi serta memilih dan memperoleh yg lebih baik". Belakangan aku tahu dari seorang rekan pelajar pasca sarjana Engineering Math di kampusku bahwa 'perempuan secara alamiah memiliki kelemahan Visual itulah sebabnya bagian 'body pesawat' tak menerima perempuan'. Hmmm ternyata ayahku mengambil keputusan yg tepat untuk masa depanku. Meski sisi 'feminism' ku masih 'keki' dengan penemuan ilmiah soal kemampuan visual perempuan itu. Mungkin juga ayahku tahu aku tak bakat jadi 'pekerja harian', karena.. malas kah? hehe..

Di tahun terakhir SMA, aku memilih jalur tanpa test PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) IPB. Karena IPB sudah mendarah daging sejak aku SMP mengingat kekagumanku pada sang idola, Putri Indonesia asal Bogor, mahasiswi IPB, 'Suciati Chandra Ekawati' dan kegilaan pada dunia makhluk-makhluk hidup di halaman rumah. Aku tak bergeming dari pilihanku meskipun tidak populer di SMAku. Umumnya teman2 memilih mengikuti bimbel utk bisa masuk universitas2 ternama, disamping karena IPB hanya menawarkan ilmu-ilmu yg berkaitan dengan Pertanian saja serta program tanpa test yg lainnya hanya ditawarkan untuk Universitas Diponegoro. Alhamdulillah ayahku merestui tanpa komentar. Alhamdulillah aku lolos PMDK. Cerita perjalanan Cirebon-Bogor bersama ayahku menuai airmata sehingga tak mampu kuceritakan di sini. Semua ayah di muka bumi ini akan selalu melakukan yg terbaik untuk anak-anaknya.

Tibalah saat pemilihan jurusan. Aku harus menentukan 5 pilihan dengan urutan pertama sebagai pilihan pertama berdasarkan tingkat prioritas. Semua pilihan ini adalah atas arahan, restu dan bimbingan ayahku. Hingga akhirnya aku berlabuh di sini.. di Kebun Raya Bogor dan di James Cook University. Meski pengalaman riset S1 ku membuatku banjir air mata dan begitu benci pada profesi 'peneliti', namun akhirnya dari sekian puluh lamaran kerja, aku diterima bekerja jadi 'peneliti'. Jadi profesiku saat ini sebagai peneliti diawali dengan rasa kurang suka, gak tau tuh kalo urusan jodoh hehe..


Kakek (2) tercinta

Wednesday, 11 April 2007

Kakek (2) tercinta

Kakek dari Ibu.. waktu kecil aku seneng sekali duduk lama di "kelas pengajian anak" kakek.. iya kakekku mengorganize sukarela mengajar ngaji pada anak-anak di rumah Kakek sendiri.. sungguh pekerjaan yang mulia.. Ayahku seorang guru SMA juga (karir terakhir tentunya Kepala sekolah SMA 3, SMA 4 dan SMA 8 Negeri di Cirebon).. jiwa "educating" juga melekat padaku.. yang udah pernah terlibat dalam program pendidikan lingkungan, ngajar di tempat kursus bahasa Inggris pernah juga, ngajar private sekolah rumah keluarga Arabic juga pernah sekaligus menjadikan pengalaman paling unik yang kuperoleh seumur hidup.. karena saat itu aku ikut berjuang agar anak-anak arabic tersebut bisa ikut ujian Akhir di sebuah SD Negeri..

Aam Aminah-Ibunda tercinta

Aam Aminah-Ibunda tercinta

Melihat ibu yg cerdas dan tak kenal lelah mengabdi untuk warga Desa Sindanglaut adalah cerminan ayahnya, kakekku. Sang Ayah ini pun awalnya menamai ibuku "Siti Aminah" agar secerdas Ibunda Nabi Muhammad SAW yg memiliki putra yg cerdas serta memiliki keshalihan yang sempurna. Namun ibuku beberapa kali jatuh sakit sehingga akhirnya sang ayah mengganti nama ibuku "Aam Aminah".

Beliau adalah my inspiration. Jika harus menyebutkan meskipun hanya 1 hal saja yg membuatku begitu menaruh hormat padanya adalah dukungan yang luar biasa untuk pendidikan putra-putrinya, apa saja demi sekolahku ibu usahakan.. apa saja.. benar-benar apa saja.. hingga aku tak sanggup menceritakannya di sini jika harus berurai air mata.

Pada 2 Agustus 2011, kami harus mengikhlaskannya pergi meninggalkan dunia fana ini.. semoga Alloh SWT memberikan Almarhumah kenikmatan kubur yang senikmat-nikmatnya yang tak mampu kami bayangkan.. lihat kami dari sana Ibu..

Cikgu Ani (TADIKA Lemal Pasir Mas Kelantan Malaysia)

My wonderful teachers

Cikgu Ani (TADIKA Lemal Pasir Mas Kelantan Malaysia)

Hmm.. baek aja.. beliau menyadari betul aku bukanlah Malaysian, supported me alot so I can fit in.. tapi ya itu diyee sebelum fit in.. kerjaannya nangis.. (ditangisin anak Malaysia.. huh!). Eh, ternyata gua nangisnya teriak-teriak dan Cikgu Ani lah yang paling sabar menenangkanku..

Sutjiati Eka Tjandrasari-Putri Remaja era '80-an

Wednesday, 11 April 2007


Sutjiati Eka Tjandrasari-Putri Remaja (majalah Gadis) era '80-an

waktu aku tingkat I S1 dan SCTV baru anget-angetnya tayang ternyata ia menjelma menjadi salah seorang pembaca berita di SCTV dan lulusan IPB my almamater pula.. dengan nama "Chandra Wibowo" atau "Tjandra Wibowo".

away back when I was 8 or 9 years old.. hobby bacaku minta ampun.. ampe majalah2 remaja juga kulahap.. waktu itu yang populer majalah "GADIS" di sini lah kukenal dia sebagai Putri Remaja. kukagumi dia karena alumnus Regina Pacis SMA TOP di Bogor yang beken menelurkan juara2 LKIR nya LIPI punya dan termasuk Sutjiati Eka Tjandrasari juga menjadi salah satu pemenang LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja).
saat itu lah, di usiaku yang masih dini, mulai terbersit di ingatanku aku bercita-cita menimba ilmu di IPB, just simple karena aku cinta tanaman dan senang mempelajarinya serta bermimpi menjadi peneliti LIPI.

ya gitu deh eee tahunya gua nyemplung di LIPI.. based in Bogor pula.

Pratiwi Sudarmono PhD-astronot wanita pertama Indonesia

Wednesday, 11 April 2007


Pratiwi Sudarmono PhD-astronot wanita pertama Indonesia

Majalah Bobo dan Ananda tak pernah jauh dar pelukanku. Lembar-lembar tentang ilmu pengetahuan terutama Astronomi merupakan ketertarikanku. Satu hal ini mungkin saja pengaruh kuat dari kakakku yg lebih dulu memiliki ketertarikan ini. Ia pernah bercita-cita menjadi seorang astronot dan aku pun serta merta mengikutinya. Musim album diary di sekolah pun kumanfaatkan, di bagian cita-cita kutuliskan: Astronot. Saat itu cukup bikin heboh teman-teman sekelas. Saat itu aku tak mengerti, aku sering dianggap berbeda, apa aja yg kuminati yg sering berbeda bisa bikin heboh kelasku. Mungkin karena saat itu Ibu Pratiwi sering tampil di TVRI layar hitam putih televisi kami, semua anak sekolah seusia kami mengenalnya. Ah tak apa.. mungkin mereka mentertawakanku untuk sebuah cita-cita yg tak mungkin.. hanya mimpi di tengah-tengah keumuman teman2ku menuliskan dokter, guru, bidan, insinyur, sarjana dsb. Majalah Bobo pun tak ketinggalan menampilkan Ibu cerdas ini dan aku mendambakan profesinya.

29 September 2012:

Meski gak jadi astronot seperti Ibu, tapi alhamdulillah seprofesi.. 'Peneliti'. Thanks for inspiring me Ibu..

Nenek (1) tercinta

Monday, 19 October 2009

Hari ini 19 October 2010 pukul 3 am WIB, nenek tercinta (84 tahun) dari ayah menyusul alm kakek (86 tahun) di peristirahatan mereka yg terakhir. Tempat itu tak jauh.. tak jauh dari rumah tinggal mereka, di tanah yg bau tanahnya mereka hirup sehari-hari semasa hidup, di tanah yg sehari-harinya mereka pijaki menuju sawah yg mereka olah dg cinta. Tidak seperti saat kepergian kakek, kali ini aku jauh.. tadi malam (tgl 18) sekitar 21:30pm aku mengaji, sambil menangis, tiba-tiba saja ingat nenekku dan bapak ibu yg juga sudah lebih dari paruh baya, ibu yg kadang sakit hingga tak bisa dg bebas bepergian. Smoga kebaikan dan kesehatan untuk bapak ibu aamiin. Tgl 19 adalah hanya 5 hari saja kurangnya dari tanggal Nenek melahirkan bapakku 65 tahun lalu. Kami memanggilnya Mbah Uti atau Mbah Putri.

Yang pertama yg kan slalu kukenang adalah semasa kecil, kakek-nenek rajin sekali mengunjungi SATU PER SATU anak-anaknya.. tentu saja cucu2 n cicit2nya. Menjadi salah seorang dari cucu tertua tentu saja sangat menyenangkan karena paling lama menikmati kebersamaan dg kakek n nenek. Ehm tiap mereka datang, slalu ada oleh-oleh.. slalu ada angpow. Tentu dg satu petuah luhur, agar kami cucu-nya.. murah hati..

Yang kedua.. rajin ber-puasa sunnah. Mbah putri selalu tampak langsing. Selalu mengingatkan kami untuk sholat. Jika kami sedang ber-lebaran di rumahnya.. slalu 'ngabsen' cucu2nya mana yg dah sholat mana yg belum.. tentu mudah sekali terlihat dari bekas air wudhu.. Sampai detik ada mbah putri di rumah besar Palimanan/Penongan, slalu ada acara ngumpul2 keluarga besar, slalu ada makanan.. :) Selalu.. Sholat.. ! sebelum mengingatkan makan.. sebelum mengingatkan belajar.

Kenangan akhir sama mbah putri waktu suasana duka mbah putra pergi utk slama-lamanya. Menemaninya menerima tamu-tamu, memakaikan kerudungnya.. sekali menemaninya makan, meski mbah udah kurang minatnya dg makan.

Kenangan terakhir waktu lebaran terakhir 2006.. mbah dah pikun sih.. alhamdulillah ada sekelebatan ingat aku.. Ipah..

Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.. smoga Alloh mengampuni segala dosa-dosa-Nya.. menerima amalan nya sebagai amal sholeh yg akan menemaninya di alam barzakh.. aamiin yaa robbal 'alamiin.

Om Z/putranda:
Akhirnya ibundaku berpulang ke rahmatullah.....selamat jalan ibundaku tercinta.....semoga Allah mengampuni segala dosanya, menerima segala amalnya...dan menempatkannya di tempat terpuji bersama-sama orang-orang yang shaleh.

Turut duka dari sahabat A:
Turut berduka cita. Sudah tuntas tugas beliau mengantarkan generasi penerus. Didoakan diampuni dosa2nya, dilapangkan & diterangi di kuburnya. (aamiin yaa robbal 'alamiin).

Turut duka dari sahabat S:
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun" semoga Allah mengampuni segala khilaf dan dosa almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amien ya rabbal alamin.
"kullu nafsin zaikatul maut"
Yang turut berduka cita

(aamiin yaa robbal 'alamiin)

Tuesday, December 12, 2006

Dian dan para PhD graduates



Congrats buat semua!! doakan Dian ketularan dan nyusul yaa.. aamiiin
Sukses di tanah air dan lancar thesis-nya..

much much love,

Dian

Joko Tarub - Johanna Kodoatie - congratulations




'makasih Mba Johanna "Joko Tarub" Kodoatie.. selamat mengamalkan ilmu-PhD nya di Indonesia.. terimakasih atas kebersamaannya di Townsville..

Thursday, December 07, 2006

Amanda King - farewell...



Thursday, October 26, 2006


Amanda King (2nd from left) is my best teacher I've ever known; she helped my English skill a lot. Mandy is a former staff in study skill and academic writing at James Cook University. What has inspired me from her is her passion in her life, career especially in education.. Finally she has to leave us for Dubai University (at Dubai, Uni Emirat Arab).. she has been accepted as an English Lecture there.. farewell Mandy, all the best!!(L-R: June Bode, Amanda King, me, Henry, Gury, --, Chieko; photo courtesy: Chieko)